Tuesday, October 1, 2013

Siapakah orang yang tidak beriman

Di sebuah sekolah, seorang Guru bertanya pada muridnya : " Teddy, 

siapakah orang-orang yang tidak beriman itu ? "
Di luar dugaan, si anak dengan jitu menjawab sebagai berikut :
" Orang-orang yang tidak beriman ialah mereka yang tidak pernah berdebat
dan bermusuhan karena soal agama. "

Sama dengan di Negeri Saya

Dua orang,satu dari Rusia, satu dari Amerika, mereka berdebat tentang kebebasan bicara dinegerinya masing-masing. 


Paman Sam : "Di negeri saya, orang bebas menuntut, memaki-maki, bahkan pada presiden sekalipun."

Stoikov : "Saya kira bukan hanya di negeri Anda yang ada kebebasan, di Rusia, orang juga bebas memaki-maki Presiden Amerika."

Sekali Tekan

Pak Pohan mempunyai seorang anak yang bernama Johan, baru kembali dari luar negeri setelah memyelesaikan pendidikannya.

Suatu sore Pak Pohan dan anaknya gobrol-gobrol di depan teras rumahnya.
Bapak : Han, apasaja kelebihan yang kamu lihat selama diluar negeri.
Anak : Wah, banyak sekali pak. Bapak : Coba ceritain dong.
Anak : Kalau diluar negeri, semua peralatan sudah serba canggih
Bapak : Apa sih kecanggihannya
Anak : Kalau dari tempat kita duduk ini, kita menekan sebuah tombol akan terjadi ledakan diseberang sana, misalnya dari Amerika menekan sebuah tombol akan terjadi ledakan di Rusia, atau belahan bumi lainnya.
Bapak : Ah, itu belum seberapa, kecil lah itu
Anak : Kecil gimana, pak
Bapak : ( dengan sedikit senyum dan malu-malu ). Bapak sekali tekan, keluarlah kamu
Anak : ??????????

Pengantin Baru

   Cerita ini berasal tanah Minang Kabau nan terletak di kaki Gunung Merapi. 
Disebuah desa hiduplah dua anak manusia yang baru beranjak dewasa, Dikarnakan hubungan meraka sudah terlalu akrab dan sudah dianggap tidak wajar lagi, maka kedua orang tua bermaksud menikahkan kedua anak manusia tersebut. Pertemuan demi pertemuan sudah menetapkan hari H-nya. Dimalam pertama hari pernikahannya tidurlah kedua mempelai diatas peraduannya tanpa melakukan apa-apa. Fajar diufuk timur sudah mulai keluar dan ayampun sudah berkok, tandanya hari sudah siang. 
Dipagi nan indah itu datanglah Ibu dari mempelai laki-laki ingin menanyakan pada anaknya: 
Ibu : Udin, kau apakan si upik tadi malam 
Udin : Ndak ado do mak, kami lalok sajonyo (Tidak diapa-apikan, kami tidur saja) 
Ibu : Bisuak malam wa'ang tidua di ateh siupik (Besok malam kamu tidur diatas siUpik) 
Malam kedua Karna ingat pesan dari ibunya tanpa basa-basi siudin naik ketempat tidur dan lansung menaiki Istrinya (tidur diatas perut istrinya), karna sudah taktahan menahan sakit siupik menjerit-jerit, namun siUdin tetap tidur diatas perut istrinya samapai pagi. Dan esok pagi Ibunya datang lagi menanyakan: Ibu : 
Udin, Ba'a lai lamak rasonyo?, ba'a kato siUpik (Udin, Gimana enak rasanya?, apa kata siupik?) 
Udin : Kalau Udin memang lamak Mak, tapi siupiak mamakiak-makiaknyo (Kalua udin memang enak, tapi siupik menjerit-jerit karna kesakitan) 
Ibu : Wa'ang apoan memangnyo (Kamu apakan sebenarnya) 
Udin : Lalok ajonyo diateh paruiknyo tu (Cuma tidur diatas perut dia) 
Ibu : Bodoh wa'ang (Bodoh kau) Pada siangnya Dengan rasa kasihan pada anak-anaknya maka siIbu ambil jalan pintas untuk mengajari SiUdin anaknya, bagaimana caranya orang berumah tangga (bersebadan), terjadilah dialok: 
Ibu : Udin, beko malam sabalun lalaok wa'ang sabuikan PESAWAT SIAP MENDARAT baulang ulang. (Udin, nanti malam sebelum tidur kamu bilang sama siUpik PESAWAT SIAP MENDARAT berulang-ulang) 
Udin : Jadih mak. (Baiklah Mak) 
Malam Ketiga Jarum jam sudah menunjukan pukul 10 malam, maka kedua penganten itu memasuki kamar tidurnya, Sifat udin yang tidak pelupa akan nasehat Ibunya maka sebelum tidur si Udin mengucapkan PESAWAT SIAP MENDARAT, PESAWAT SIAP MENDARAT, PESAWAT SIAP MENDARAT, namun tak ada respon dari si Upik karna dia tidak dijari untuk menjawab apa oleh Ibu siudin Pagi harinya Ibu udin datang lagi dan menanyakan apa tanggapan siUpik, 
Ibu : Udin, ba'a kato siupik mandangan kecek wa'ang (Udin, apa kata siupik mendengar ucapan kau) 
Udin : Diam sajo inyo mak, lah bosan awak mengecek itu tapi inyo diam sajo (Diam saja dia Mak, Sudah bosan Udin ucapkan kata-kata itu) 
Siang harinya Ibu Udin datang menemui Siupik untuk mengajarinya, maka terjadi dialok; 
Ibu : Upik, kalu siUdin mangecekan PESAWAT SIAP MENDARAT, mako Upik jawab LANDASAN SIAP MENERIMA. (Upik, kalua Siudin ucapkan kata PESAWAT SIAP MENDARAT, maka Upik jawab LANDASAN SIAP MENERIMA) 
Upik : Jadilah Mak (Baiklah Mak) Malam keEmpat 
Malam ini bertepatan dengan malan minggu, jadi penganten ini agak lambat tidurnya. Malam telah larut sekitar jam 12an pasangan ini memasuki kamar tidurnya. Sudah sekian lama mereka berbareng ditemap tidur namun siUdin tidak pernah mengatakan PESAWAT SIAP MENDARAT, maka siUpik ambil ini siatif untuk mengatakan LANDASAN SIAP MENERIMA 3x, dengan tegasnya siUdin menjawab 
PESAWAT RUSAK!!!!!!

Maskapai Malaysia Manjakan Warga Kalimantan


Balikpapan: Maskapai penerbangan murah Malaysia MASWings merilis daftar harga promosi untuk penerbangan antarkota antarnegara di Pulau Kalimantan, Selasa (1/10).

Harga promosi tersebut berlaku untuk tujuan Balikpapan-Kota Kinibalu, Pontianak-Kuching, dan Tarakan-Tawau. Harga tiket untuk penerbangan Balikpapan-Kota Kinibalu pada pukul 12.05-14.25 adalah Rp948.000 untuk sekali jalan, atau Rp2.040.000 untuk pergi-pulang.

Harga normal Balikpapan-Kota Kinibalu adalah Rp2.928.000 sekali jalan. "Jadi lebih murah 60 persen," kata Muriansyah Amin, Airport Operation
Manager MASWings di Balikpapan.

Untuk tujuan Pontianak-Kuching, dibanderol tiket Rp636.000 untuk sekali terbang dan Rp1.356.000 untuk penerbangan pergi pulang. Penerbangan ini
beralokasi di antara pukul 08.40-10.25.

Pada penerbangan  pukul 13.15-13.55 tujuan Tawau dari Tarakan, harga tiket disebutkan Rp564.000 untuk sekali jalan dan Rp1.236.000 untuk yang memesan tiket pergi-pulang.

"Promo ini kami beri tajuk BIMP EAGA Leisure Travel," tambah Muriansyah Amin. Harga promosi ini berlaku untuk pembelian minimal 5 hari sebelum hari keberangkatan. Calon penumpang akan mendapati harga normal bila membeli di hari keberangkatan atau sehari sebelum keberangkatan.

"Promosi ini berlaku sampai 31 Oktober mendatang setelah dimulai pada 24 September lalu," tambah Amin. Tiket yang dibeli di masa promosi ini berlaku hingga penerbangan di tanggal 7 November.

Sebelumnya, setelah dibuka Februari lampau dan jalan sebentar, MASWings kemudian beberapa waktu tak beroperasi karena load factor atau jumlah
penumpang yang dianggap tidak ekonomis dari rute-rute tersebut.

Harga tiket hampir Rp3 juta dari Balikpapan ke Kota Kinibalu dianggap bisa disiasati dengan terbang dahulu ke Tarakan, yang penerbangannya hanya
mengenakan tarif Rp600 ribu dari Balikpapan, dan dari Tarakan baru ke Kota Kinibalu. Ongkosnya hanya separuh dari yang ditawarkan MASWings.
BIMP EAGA, atau Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philipin South East Asia Growth Area, adalah sebutan untuk area pertumbuhan ekonomi dalam
negeri-negeri di Pulau Kalimantan yaitu negeri mungil Brunei Darussalam, lima provinsi Indonesia yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, dan sekarang melingkupi juga provinsi di timur Indonesia di Sulawesi, Maluku, dan Papua, lalu dua negara bagian Malaysia di Kalimantan bagian Utara (Sarawak dan Sabah), serta kota-kota di Philipina bagian selatan seperti Davao City.

Program promosi MASWings itu dimaksudkan untuk mendukung gerakan berkunjung ke Asia Tenggara, terutama ke negara-negara BIMP EAGA. Gerakan itu disebut Equator Asia.

Menurut Amin, harga-harga baru tersebut diharapkan bisa menambah minat pelancong berkunjung ke tujuan-tujuan wisata di BIMP EAGA, terutama yang
didarati pesawat MASWings. (Antara)


 Jakarta: Korban tenggelamnya kapal pengangkut imigran gelap di Pantai Cikole, Desa Sinar Laut, Kecamatan Agrabinta, Cianjur, Jawa Barat, yang meninggal dunia menjadi 41 orang. Korban selamat yang ditemukan sebanyak 28 orang.

"Sampai dengan kemarin Senin (30/9) jam 17.30 WIB sudah ditemukan 69 orang, 28 orang (di antaranya) hidup dan 41 meninggal dunia," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/10). Menurut Agus, berdasarkan data yang dihimpun, 22 orang yang tewas ialah laki-laki dan 19 lainnya perempuan. Sebanyak 8 orang di antaranya anak-anak.

Agus menambahkan, seluruh korban meninggal dunia akan diidentifikasi post mortem di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta. Sebanyak 24 korban yang ditemukan hidup sudah diserahkan ke pihak imigrasi Sukabumi dan empat lainnya masih dirawat di rumah sakit. "Empat lainnya di RSUD Cianjur," katanya

Mobil Rombongan Pengantar Jemaah Haji Ditabrak KA


Cirebon: Sebanyak 13 orang tewas akibat mobil yang mereka tumpangi tertabrak Kereta Api (KA) Argo Dwipangga di Desa Jengkok, Kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (1/10).

Berdasarkan informasi yang berhasil dIhimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.26 WIB saat kereta baru melewati Stasiun Kertasmaya. Namun, di perlintasan kereta tanpa palang satu mobil bak terbuka yang ditumpangi 19 orang tiba-tiba melintas.

Diduga, sopir mobil yang dikabarkan baru saya mengantarkan calon jemaah haji tersebut tidak melihat ada kereta akan melintas, sehingga langsung melintasi rel.

Pada saat itulah KA Argo Dwipangga jurusan Jakarta-Solo melintas bersamaan dan langsung menyambar mobil bak terbuka yang diberi atap terpal bernomor polisi  T 8658 TI yang dikemudikan oleh Safrudin. Mobil berisi rombongan pengantar calon jemaah haji itu pun terlmepar lebih dari 50 meter dari titik tabrakan. 

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia daerah Operasi III Cirebon Eko Budiyanto mengakui perlintasan kereta di daerah itu tidak dijaga. "Tapi merupakan perlintasan resmi yang sudah dilengkapi dengan rambu-rambu," katanya. 

Menurutnya, di antara rambu yang dipasang menjelang perlintasan anhtara lain garis kejut, tanda silang, tanda stop, serta rambu ada awas ada kereta. 

Eko mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar dari PT Jasa Raharja bahwa seluruh korban akan segera mendapatkan santunan. Hingga berita ini diturunkan proses identifikasi terhadap korban di Rumah Sakit Zam Zam Jatibarang, Indramayu, masih dilakukan. (Nurul Hidayah)